Otak Jerman, Hati Mekkah, Kepribadian Indonesia; hmm…sahabat-sahabat pharmacy lover pernah dengar slogan-slogan itu? Kalau jawabannya iya, sahabat-sahabat tentu juga akan familiar dunk dengan konsep balance sesunguhnya Islam mengidealkan manusia sebagai sosok luar biasa secara intelektual, emosional, dan yang teramat penting spiritual. Hal itu pulalah yang nyatanya tak terbantahkan kita temukan pada sosok manusia teragung kekasih Allah SWT, Nabi Muhammad SAW.

Ya…sahabat, eksistensi penuh keidealan itu coba dibangunkan. Tepatnya tanggal 21 Mei 2010 yang lalu; HIMAFARMA Avicenna serta HIMAFI selaku OC bekerja sama dengan rekan-rekan HMPS lainnya, BEM, serta FSI UA yang tergabung dalam FKI (Forum Kerohanian Islam) FMIPA UNLAM akhirnya selesai juga ngadain event training ESQ. Training yang bertajuk “Moslem Scientist for The Bright Future” ini setidaknya dihadiri ±100-an peserta dari berbagai macam program studi.  Di event yang merupakan wujud pelaksanaan dari program kerja kajian rutin FKI ini dalam pelaksanaannya ditangani langsung oleh tim trainner quantum learning Yayasan Ukhuwah Banjarmasin.

Mengena di hati tentang tanda-tanda kekuasaan Allah SWT di alam. Membangun nurani dengan “ingatan” kasih seorang ayah dan bunda atas diri. Dan tak luput di bulan pendidikan ini, Sang trainer seolah menghenyak seraya membuat perlahan “tersadar” betapa seharusnya kita sebagai mahasiswa bersyukur diberikan kesempatan belajar lebih dari keadaan layak, aman, dan nyaman. Terbayangkah lalu kita, saudara-saudara kita di Palestina yang kemudian harus belajar penuh kekhawatiran karena ancaman bom dan senjata Israel CS. Atau mungkin tak perlu jauh-jauh, bandingkan saja diri kita dengan anak-anak jalanan yang harus rela kehilangan asa dan rasa mereka soal cita-cita di masa depan. Entah nikmat mana lagi yang kita dustakan? Sementara kita seolah menjadi sang pengeluh sejati dengan tugas, laporan, praktikum, dan bla-bla-bla. Hmm..dan pemandangan para peserta dengan tissue ditangannya mengusap tetes-tetes air mata akhirnya jadi pemandangan “indah” di training kala itu. Indah…sekaligus merindukan.

[Reported by: Nurul_Mardiati]